633 Cash - Dalam ranah sajian makanan dari laut, menu dengan bahan lobster menjadi hidangan yang sangat disukai.
Lobster digemari salah satunya karena dagingnya yang tebal dan rasanya lezat. Dan… tidak ada cara yang lebih istimewa untuk menikmati lobster selain dengan makan di tempat lobster itu ditangkap.
Angin sejuk musim semi di Australia Barat di akhir bulan November 2016 lalu menyapa rombongan saat tiba di restoran Lobster Shack, kawasan Cervantes yang berjarak dua jam perjalanan darat arah utara kota Perth.
Sejumlah jurnalis dan bloger dari Indonesia singgah ke Lobster Shack di sela-sela perjalanan mengeksplorasi kawasan Australia Barat atas undangan AirAsia Indonesia dan Tourism Western Australia.
Kami tiba di restoran ini pada tengah hari. Lobster Shack memang hanya buka pada waktu makan siang.
Restoran Lobster Shack menjadi salah satu destinasi wisata kuliner di kawasan Australia Barat. Kawasan ini berdekatan dengan tempat wisata alam, seperti Gurun Pasir Pinnacles dan Lancelin.
Sejarah Lobster Shack diawali dari perjuangan David Thompson Senior, nelayan lokal yang pada 1966 merintis usaha dengan menangkap lobster di perairan Samudra Hindia di kawasan Cervantes.
Lobster sejak lama telah dikenal sebagai komoditas hasil laut yang bernilai tinggi. Dalam perkembangannya, bisnis mereka menjadi besar.
Lobster tangkapan mereka dikirim ke berbagai penjuru dunia. Mungkin saja lobster yang disajikan di restoran mahal di London berasal dari tempat ini.
Kemudian, mereka mendirikan Lobster Shack. Restoran ini dibuka dengan tujuan agar wisatawan dapat menikmati hidangan lobster dalam kondisi terbaik, yaitu beberapa saat setelah ditangkap di pantai kawasan Cervantes.
Lobster Shack dibangun di area gudang pengemasan lobster yang terletak di pesisir pantai kawasan Cervantes. Gudang ini menjadi tempat menampung lobster tangkapan sebelum diekspor.
Pengunjung Lobster Shack bisa melihat-lihat sebuah rumah di area pergudangan yang dijadikan sebagai tempat menyimpan peralatan yang digunakan para nelayan untuk menangkap lobster.
Jika belum terasa lapar, pengunjung dapat singgah di pabrik pengemasan lobster untuk mengikuti tur pabrik.
Wisatawan bisa melihat proses penampungan lobster tangkapan sebelum dikirim. Kolam-kolam kecil menampung lobster yang telah dipisahkan dalam beberapa tingkatan sesuai dengan kualitas dan ukuran.
Lobster tangkapan ini memang perlu ditangani ekstra hati-hati karena kualitas lobster harus sempurna saat diekspor. Semisal saja, jika jumlah kakinya tidak lengkap, lobster tersebut tidak layak tampil disajikan dan hanya akan menjadi bahan daging olahan.
Tur pabrik ini setidaknya membuat pengunjung restoran tidak berlama-lama menunggu pesanan makanan.
Setelah tur pabrik, mereka langsung menuju meja makan dengan hidangan lobster telah tersaji. Karena restoran ini hanya menyediakan menu lobster, mereka harus benar-benar menyajikannya dengan cara istimewa.
Bandar Bola Agen Bola Agen Judi Bola Online Agen Bola Terpercaya Judi Bola

0 comments:
Post a Comment