633 Cash - Homoseksualitas menyuguhkan paradoks dalam evolusi. Salah satu pertanyaannya, bagaimana bisa homoseksualitas selalu ada sepanjang zaman? Apakah memang ada manfaatnya? Jika ada, apa?
Untuk hewan tingkat rendah seperti serangga, arachnida, dan lainnya, ilmuwan kadang menganggap bahwa fenomena homoseksualitas cuma sebuah "kecelakaan".
Lalat jantan misalnya, bisa saja kawin dengan jantan lainnya. Namun, itu bukan karena meminati tetapi hanya sebab salah identifikasi jenis kelamin pasangan kawin.
Studi yang dilakukan oleh Nobuaki Mizumoto dari Kyoto University menyuguhkan pandangan baru tentang manfaat homoseksualitas pada hewan tingkat rendah, yaitu rayap.
Mizumoto mengungkap, rayap bukan hewan bodoh yang bisa salah identifikasi pasangan kawin. Memilih pasangan sesama jenis adalah "keputusan", bukan kecerobohan.
"Rayap Jepang biasanya monogami dan punya pasangan heteroseksual. Secara teori, salah identifikasi kelamin dalam sistem monogami akan menelan ongkos besar. Pasti pada manfaat jika perilaku ini umum," kata Mizumoto.
Pengamatan perilaku menunjukkan, sejumlah rayap memang memilih pasangan sesama jenis bila tak ada betina. Punya pasangan sesama jenis akan membantu rayap hidup lebih lama.
"Rayap jantan tak bisa bertahan hidup sendiri. Mereka yang hidup dalam sarang yang sama dengan pasangan sesama jenis akan hidup lebih lama," terang Mizumoto.
Bandar Bola Agen Bola Agen Judi Bola Online Agen Bola Terpercaya Judi Bola

0 comments:
Post a Comment