633 Cash - Lobster dan
kepiting itu menjadi tontonan. Pemandangan tak biasa ini memicu
perhatian anak-anak dan sebagian warga di Kota Ternate, Maluku Utara.

Amatan Kabarberita,
tawa dan canda anak-anak tersebut sesekali memecah mengalihkan
perhatian orang dewasa yang hendak membeli dan melihat dagangan hewan
laut itu.Warna lobster yang hijau tua dengan garis-garis putih
melintang pada tubuhnya dipenuhi duri-duri yang tajam meliputi kepala,
bagian belakang lobster hingga ekor. Begitu pula dengan warna kepiting,
kemerahan yang berpadu hitam keabu-abuan.Lobster dan kepiting
kurang lebih 10 hingga 15 sentimeter itu hidup di perairan dangkal pada
laut kedalaman 50 meter di perairan Halmahera Selatan, Maluku Utara.Umumnya,
kedua hewan laut yang hidup di daerah Halmahera Selatan tersebut
bersembunyi di terumbu karang perairan dangkal setempat, pada kedalaman 7
sampai 100 meter.Kedua hewan langka
itu ditangkap saat berdiam di dalam lubang-lubang karang. Banyak
dijumpai di kawasan Pulau Widi, Kepulauan Joronga dan Pulau Kayoa,
Kabupaten Halmahera Selatan.Salah satu pedagang lobster dan kepiting di Ternate, Rusli saat disambangi Kabarberita, mengatakan hewan dagangannya diperoleh dari nelayan Kabupaten Halmahera Selatan."Saya ambil dari nelayan (Halmahera Selatan). Biasanya
dorang (mereka) tangkap udang dan gatang (kepiting) besar ini malam hari," kata lelaki 32 tahun itu pada Kabarberita, di kawasan Tapak Satu, Kelurahan Makassar Timur, Kecamatan Ternate Tengah, Selasa, 22 November 2016.Kabupaten
Halmahera Selatan memiliki banyak potensi sumber daya alam yang
melimpah. Selain tanah yang subur, juga laut yang menyediakan segudang
makanan bagi kehidupan masyarakat setempat. Di antaranya hewan laut yang langka dilindungi UU itu."Harga lobster dan gatang ini saya jual Rp 50 ribu per kilo," kata dia.
Bandar Bola
Agen Bola
Agen Judi Bola Online
Agen Bola Terpercaya
Judi Bola
- by Fika lestari
0 comments:
Post a Comment