Tuesday, January 31, 2017

Potasium Sianida di Balik Tangkapan Kepiting dan Lobster Langka

633 Cash - Lobster dan kepiting itu menjadi tontonan. Pemandangan tak biasa ini memicu perhatian anak-anak dan sebagian warga di Kota Ternate, Maluku Utara.

www.633cash.com
Amatan Kabarberita, tawa dan canda anak-anak tersebut sesekali memecah mengalihkan perhatian orang dewasa yang hendak membeli dan melihat dagangan hewan laut itu.Warna lobster yang hijau tua dengan garis-garis putih melintang pada tubuhnya dipenuhi duri-duri yang tajam meliputi kepala, bagian belakang lobster hingga ekor. Begitu pula dengan warna kepiting, kemerahan yang berpadu hitam keabu-abuan.Lobster dan kepiting kurang lebih 10 hingga 15 sentimeter itu hidup di perairan dangkal pada laut kedalaman 50 meter di perairan Halmahera Selatan, Maluku Utara.Umumnya, kedua hewan laut yang hidup di daerah Halmahera Selatan tersebut bersembunyi di terumbu karang perairan dangkal setempat, pada kedalaman 7 sampai 100 meter.Kedua hewan langka itu ditangkap saat berdiam di dalam lubang-lubang karang. Banyak dijumpai di kawasan Pulau Widi, Kepulauan Joronga dan Pulau Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan.Salah satu pedagang lobster dan kepiting di Ternate, Rusli saat disambangi Kabarberita, mengatakan hewan dagangannya diperoleh dari nelayan Kabupaten Halmahera Selatan."Saya ambil dari nelayan (Halmahera Selatan). Biasanya dorang (mereka) tangkap udang  dan gatang (kepiting) besar ini malam hari," kata lelaki 32 tahun itu pada Kabarberita, di kawasan Tapak Satu, Kelurahan Makassar Timur, Kecamatan Ternate Tengah, Selasa, 22 November 2016.Kabupaten Halmahera Selatan memiliki banyak potensi sumber daya alam yang melimpah. Selain tanah yang subur, juga laut yang menyediakan segudang makanan bagi kehidupan masyarakat setempat. Di antaranya hewan laut yang langka dilindungi UU itu."Harga lobster dan gatang ini saya jual Rp 50 ribu per kilo," kata dia.

Bandar Bola Agen Bola Agen Judi Bola Online Agen Bola Terpercaya Judi Bola

- by Fika lestari

0 comments:

Post a Comment