633 Cash - Tempurung kelapa biasanya jarang dipakai.
Biasanya yang dipakai adalah dagingnya dan airnya untuk dikonsumsi.Kalaupun ada yang memakai tempurungnya, biasanya untuk dibuat centong
atau cinderamata seperti liontin kalung, namun jarang yang
menggunakannya untuk pengobatan.
Bagian dalamnya ditulisi huruf-huruf Arab bertinta hitam.
Polanya bermacam-macam, ada yang tulisannya jarang-jarang dan dilengkapi simbol-simbol tertentu, ada juga yang hanya dipenuhi huruf Arab.
Biasanya artinya adalah doa-doa.
Tempurung ini biasanya disebut Tempurung Barajah.
Disebut barajah karena bertulisan atau berajah huruf-huruf Arab.Dalam tradisi masyarakat Islam suku Banjar, tempurung tersebut biasanya dipakai untuk media pengobatan penyakit seperti sakit haid berlebihan atau dalam Bahasa Banjar disebut singgugut.
Bisa juga untuk media penerang hati agar hati tenang dan otak bisa berpikir dengan lancar.
“Biasanya kalau untuk anak kecil agar otaknya encer, pintar di sekolahnya,” jelas seorang penjualnya, Maslina.
Selain itu, ada juga yang ukurannya lebih kecil mirip piring kecil digunakan untuk wadah bedak dingin saat hendak dipakai dan sudah dicairkan dengan air.
Bedaknya diaduk-aduk di tempurung itu dengan harapan agar menyehatkan wajah dengan doa-doa yang dirajah di tempurung tersebut.
Selain itu, ada juga yang di bagian bawahnya berlubang.
Ternyata itu untuk wadah menampung beras saat hendak ditanak.
“Jadi, mengaut beras pakai yang ini sebelum dicuci dan dimasak. Makanya bawahnya berlubang itu untuk tempat keluarnya beras. Harapannya, berasnya teberkati dengan dimasukkan ke tempurung barajah ini, supaya yang memakannya teberkati juga dan sehat, insya Allah,” paparnya.
Bandar Bola Agen Bola Agen Judi Bola Online Agen Bola Terpercaya Judi Bola

0 comments:
Post a Comment