633 Cash - Fosil dinosaurus merupakan penemuan yang langka di Australia.
Namun beberapa waktu yang lalu ahli paleontologi atau ahli fosil tanpa
sengaja menemukan kerangka hewan yang hidup jutaan tahun yang lalu.
Dinosaurus
yang diduga merupakan spesies baru itu memiliki bagian bokong yang
lebar, leher panjang, merupakan jenis pemakan tumbuhan, dan memiliki
panjang hampir setengah luas lapangan basket. David Eliiot yang
merupakan kepala Museum Australian Age of Dinosaurs, tanpa sengaja
menemukan fosil langka tersebut pada tahun 2005. Seperti yang dikutip
dari
Kabarberita, kala itu Elliot
sedang menggembala domba di sebelah utara Kota Winton, Australia.
Awalnya pria itu mengira penemuan itu hanyalah tulang-tulang tungkai. Namun ketika istri Elliot menggabungkan dua buah fosil, dia menyadari bahwa tulang itu adalah kuku kaki dinosaurus pemakan tanaman yang sangat besar. Tengkorak
hewan purba itu kemudian menunjukkan bahwa fosil yang Eliot temukan
adalah dinosaurus pemakan tumbuhan jenis baru yang disebut dengan
Sauropoda. Setelah 10 tahun pascapenemuan dan penelitian fosil
tersebut, sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh ahli fosil Australia,
Stephen Propat, secara resmi mempublikasikan penemuan mereka dalam
sebuah jurnal,
Scientific Reports. Mereka menamai spesies baru itu
Savannasaurus elliottorum yang diambil dari nama penemu fosil, Elliot, dan tanah rerumputan tempat kerangka itu ditemukan. "Ini
adalah suatu penemuan penting. Dinosaurus dari Australia sangat langka,
dan kebanyakan fosil yang ditemukan di Negeri Kanguru ini hanya berupa
beberapa potong fosil. Tidak lengkap,"kata Matther Lamanna, seorang
kurator paleontologi vertebrata di Carnegie Museum of Natural History di
Pennsylvania yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut. Menurut
keterangan Poropat, fosil Savannasaurs merupakan salah satu dari
kerangka sauropoda paling lengkap yang pernah ditemukan di Australia.
Berdasarkan dari kerangkanya, dinosaurus itu diduga memiliki kaki
sepanjang lebih kurang 15 meter, dan leher yang panjang serta lebar.
Hewan purba itu diperkirakan memiliki berat sekitar 1.800 kilogram. "Sebesar 3 ekor gajah Afrika," kata Poropat. Sejauh
ini para peneliti masih belum berhasil menemukan fosil gigi ataupun
kotoran Savannasaurs, untuk menentukan apa yang dimakan hewan itu. Namun
jika ditinjau dari ukuran tubuh, dinosaurus itu diduga mengonsumsi
sayur-sayuran berkualitas rendah. Para peneliti juga menduga
bahwa jenis makanan yang sangat berserat itu menjadi alasan mengapa
Savannasaurs memiliki bagian tubuh tengah yang lebar. Savannasaurs
hidup di Australia sekitar 95 hingga 98 juta tahun yang lalu bersama
dengan dua titanosaurus lainnya. Artinya, hewan tersebut hidup di
putaran terakhir keberadaan dinosaurus, sebelum sebuah asteroid
menghantam Bumi sekitar 66 juta tahun lalu, dan menyebabkan hewan itu
punah. Masih belum ada penjelasan yang tepat untuk menerangkan
mengapa dinosaurus jenis ini menyebar ke wilayah Australia. Namun
menurut penjelasan dari peneliti, kala itu Australia dan Amerika Selatan
dihubungkan oleh Antartika. Ilmuwan menduga hewan itu melakukan
perjalanan dari Afrika Selatan menuju Australia melalui Antartika saat
periode hangat atau
warming period. "Dugaan itu muncul
karena tidak ada fosil dinosaurus Sauropoda di Australia yang berusia
lebih dari 105 juta tahun. Hal ini juga bisa diakibatkan karena tulang
belulang hewan raksasa itu hancur dimakan tanah," kata Poropat.
Bandar Bola
Agen Bola
Agen Judi Bola Online
Agen Bola Terpercaya
Judi Bola
- by Fika lestari
0 comments:
Post a Comment