Wednesday, November 9, 2016

Thomas Stamford Raffles dan Sejarah Berdirinya Singapura

633 Cash - THOMAS STAMFORD RAFFLES merupakan seorang pejabat kolonial Inggris, pendiri Singapura.

www.633cash.com
Pria yang lahir pada 1781 ini memulai karirnya sebagai juru tulis di East India Company (EIC), London. Ketekunan dan kecakapannya dalam bekerja membuat karirnya cepat menanjak. Pada 1805, dia dikirim ke Penang, Malaya, dan pada 1811, dipercaya memimpin ekspedisi Kerajaan Inggris ke Pulau Jawa. Dia diangkat menjadi Letnan Gubernur Jenderal untuk wilayah Jawa dan Daerah Seberang mulai 1811 hingga 1816. Dalam menjalankan pemerintahannya, Raffles banyak membuat kebijakan kontroversial. Salah satu kebijakannya yang sangat fenomenal adalah melakukan reformasi kepemilikan tanah dan meringankan sistem perpajakan rakyat. Keputusan Raffles yang radikal ini sangat merugikan EIC. Raffles lupa, EIC sebagai perusahaan dagang serupa Kompeni dibentuk untuk menguruk keuntungan seluasnya dari koloni. Alhasil, Raffles dievaluasi dan diminta kembali ke Inggris, pada 1816. Kepulangan Raffles ke Inggris ternyata tidak berlangsung lama. Dia berhasil menyakinkan petinggi EIC tentang kebenaran kebijakan politik yang diambilnya untuk Pulau Jawa dan Daerah Seberang.Raffles bahkan mendapat gelar Sir di depan namanya sebagai penghargaan atas jerih payahnya dalam menulis History of Java, serta minatnya yang besar terhadap bahasa dan adat istiadat Indonesia.  Dua tahun kemudian, Raffles diminta kembali ke Hindia Belanda. Kali ini tujuannya bukan Jawa, melainkan Bengkulu. Dia tiba di Bengkulu pada Maret 1818, sebagai Gubernur Pos Dagang Britania.Bengkulu merupakan koloni Inggris sejak abad ke-17, di bawah Perusahaan India Timur Inggris atau EIC. Di Bengkulu, Raffles membawa instruksi EIC agar tidak mencampuri politik dengan Belanda. Bersama seorang rekannya ahli botanika Inggris Joseph Arnold, Raffles menemukan tanaman bunga raksasa yang dikenal dengan bungai bangkai. Tanaman ini kemudian diberi nama Rafflesia Arnoldi.Kekayaan alam Bengkulu rupanya tidak terlalu menarik minat Raffles. Pada 1819, dia mengusulkan kepada Pemerintah Inggris untuk membeli daerah Singapura dari Sultan Johor sebagai pelabuhan.Raffles sadar bahwa yang dibutuhkan Inggris di masa depan adalah kota pelabuhan dan pusat dagang di Timur jauh. Singapura dinilai sebagai daerah yang sangat cocok untuk dijadikan tempat itu. Singapura diharapkan mampu menjadi pengganti Melaka yang sudah diserahkan Inggris kepada Belanda secara resmi pada 21 September 1818, sesuai Konvensi London 1814 dan Kesepakatan Wina 1815.Seperti diungkap sebelumnya, tujuan didirikannya EIC adalah sama dengan Kongsi Dagang Belanda Verenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) yang bertujuan mengeruk seluruh kekayaan dari koloni.Kedatangan bangsa Inggris ke Timur juga tidak jauh berbeda dengan kedatangan bangsa Portugis dan Belanda yang ingin menguasai pusat perdagangan rempah-rempah dunia yang berada di Selat Melaka.

Bandar Bola Agen Bola Agen Judi Bola Online Agen Bola Terpercaya Judi Bola

- by Fika lestari

0 comments:

Post a Comment