633 Cash - THOMAS STAMFORD RAFFLES merupakan seorang pejabat
kolonial Inggris, pendiri Singapura.
Pria yang lahir pada 1781 ini
memulai karirnya sebagai juru tulis di
East India Company (EIC), London. Ketekunan
dan kecakapannya dalam bekerja membuat karirnya cepat menanjak. Pada
1805, dia dikirim ke Penang, Malaya, dan pada 1811, dipercaya memimpin
ekspedisi Kerajaan Inggris ke Pulau Jawa. Dia diangkat menjadi
Letnan Gubernur Jenderal untuk wilayah Jawa dan Daerah Seberang mulai
1811 hingga 1816. Dalam menjalankan pemerintahannya, Raffles banyak
membuat kebijakan kontroversial. Salah satu kebijakannya yang
sangat fenomenal adalah melakukan reformasi kepemilikan tanah dan
meringankan sistem perpajakan rakyat. Keputusan Raffles yang radikal ini
sangat merugikan EIC. Raffles lupa, EIC sebagai perusahaan
dagang serupa Kompeni dibentuk untuk menguruk keuntungan seluasnya dari
koloni. Alhasil, Raffles dievaluasi dan diminta kembali ke Inggris, pada
1816. Kepulangan Raffles ke Inggris ternyata tidak berlangsung
lama. Dia berhasil menyakinkan petinggi EIC tentang kebenaran kebijakan
politik yang diambilnya untuk Pulau Jawa dan Daerah Seberang.Raffles bahkan mendapat gelar Sir di depan namanya sebagai penghargaan atas jerih payahnya dalam menulis
History of Java, serta minatnya yang besar terhadap bahasa dan adat istiadat Indonesia. Dua
tahun kemudian, Raffles diminta kembali ke Hindia Belanda. Kali ini
tujuannya bukan Jawa, melainkan Bengkulu. Dia tiba di Bengkulu pada
Maret 1818, sebagai Gubernur Pos Dagang Britania.Bengkulu
merupakan koloni Inggris sejak abad ke-17, di bawah Perusahaan India
Timur Inggris atau EIC. Di Bengkulu, Raffles membawa instruksi EIC agar
tidak mencampuri politik dengan Belanda. Bersama seorang
rekannya ahli botanika Inggris Joseph Arnold, Raffles menemukan tanaman
bunga raksasa yang dikenal dengan bungai bangkai. Tanaman ini kemudian
diberi nama Rafflesia Arnoldi.Kekayaan alam Bengkulu rupanya tidak terlalu menarik minat Raffles. Pada
1819, dia mengusulkan kepada Pemerintah Inggris untuk membeli daerah
Singapura dari Sultan Johor sebagai pelabuhan.Raffles sadar
bahwa yang dibutuhkan Inggris di masa depan adalah kota pelabuhan dan
pusat dagang di Timur jauh. Singapura dinilai sebagai daerah yang sangat
cocok untuk dijadikan tempat itu. Singapura diharapkan mampu
menjadi pengganti Melaka yang sudah diserahkan Inggris kepada Belanda
secara resmi pada 21 September 1818, sesuai Konvensi London 1814 dan
Kesepakatan Wina 1815.Seperti diungkap sebelumnya, tujuan didirikannya EIC adalah sama dengan Kongsi Dagang Belanda
Verenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) yang bertujuan mengeruk seluruh kekayaan dari koloni.Kedatangan
bangsa Inggris ke Timur juga tidak jauh berbeda dengan kedatangan
bangsa Portugis dan Belanda yang ingin menguasai pusat perdagangan
rempah-rempah dunia yang berada di Selat Melaka.
Bandar Bola
Agen Bola
Agen Judi Bola Online
Agen Bola Terpercaya
Judi Bola
- by Fika lestari
0 comments:
Post a Comment