633 Cash - Sumiteru Taniguchi merupakan salah satu korban selamat dari bom
Nagasaki. Ia baru berusia enam tahun saat Nagasaki dibom pada 09 Agustus
1945.
Tubuh Sumiteru ditutupi dengan luka bakar. Setiap hari, istrinya mengoleskan krim untuk menghilangkan rasa sakit atau sensasi terbakar dari bekas luka di tubuh suaminya. Bekas luka ini terlihat hampir di mana-mana.
Tubuhnya yang rapuh seolah penyok di beberapa tempat. Sisa-sisa tiga tulang rusuknya, sekarang setengahnya membusuk, menekan ke dalam paru-paru.
Hal ini membuat Sumiteru kesulitan untuk bernapas. Meski 70 tahun lebih telah berlalu, tapi ia tetap tak bisa mengangkat lengan kirinya.
Melansir dari Kabarberita, ketika bom dengan julukan Fat Man dijatuhkan di Nagasaki, Sumiteru berada sekitar 1,8 kilometer jauhnya dari pusat ledakan. Saking dahsyatnya, ia sampai terlempar dari sepeda ketika bom dijatuhkan.
Malahan, ia menuturkan bagaimana ia menghabiskan tiga hari berikutnya berjalan dalam keadaan linglung, kulit menggelantung, dan bahu meleleh seperti kain tua.
Sampai akhir hidupnya, Sumiteru berjuang melawan proliferasi nuklir. Ia berharap, tidak akan ada lagi yang menderita rasa sakit akibat senjata nuklir seperti dirinya.
Bandar Bola Agen Bola Agen Judi Bola Online Agen Bola Terpercaya Judi Bola

0 comments:
Post a Comment