Sunday, November 6, 2016

Penampakan Tengkorak 'Winnie-the-Pooh'

633 Cash - Sebuah tengkorak beruang dipamerkan untuk pertama kalinya di London. Tapi ini bukan beruang biasa. Beruang inilah yang menjadi ilham terciptanya tokoh beruang baik hati ‘Winnie-the-Pooh’, yang mendapat tempat khusus di hati banyak orang.

www.633cash.com
Winnie dilaporkan mati pada 1934 dan tengkoraknya disimpan oleh Royal College of Surgeons. Sejumlah kurator mengenalinya ketika sedang menelaah koleksi lembaga itu, dan memutuskan akan memamerkannya di Hunterian Museum sebagai bagian dari acara ‘Being Human’.
Dikutip dari Kabarberita, beruang hitam itu menjadi pesohor di Kebun Binatang London di tahun 1920-an. Ia menjadi kesayangan pengunjung dan dikenal karena keramahannya.
Putra AA Milne, Christopher Robin, adalah seorang pengunjung tetap dan kerap berfoto di dalam kandang sembari menyuapi madu kepada beruang itu.
Boneka beruang milik Christopher Robin diberi nama Winnie untuk menghormati binatang itu. Kata ‘the Pooh’ ditambahkan kemudian.
Sejak pertengahan 1920-an, kisah ayahnya tentang boneka beruang itupun mulai diterbitkan.
Ternyata, nama Winnie merupakan singkatan dari Winnipeg di Kanada. Beruang hitam itu sendiri dibawa dari Kanada ke Inggris pada 1914.
Pemilik beruang itu adalah Harry Colebourn, seorang dokter hewan dari Kanada yang mendaftar menjadi tentara di masa Perang Dunia I. Winnie lalu menjadi maskot kesatuan Dokter Hewan Tentara Kanada.
Ketika Kapten Colebourn bertugas bersama resimennya ke Prancis, Winnie dipindahkan ke Kebun Binatang London dan menghabiskan sisa hidupnya di sana.
Pemeriksaan pada tengkorak beruang itu menunjukkan bahwa ia telah kehilangan hampir semua giginya di masa tua. Sam Alberti, direktur museum, menduga hal ini disebabkan oleh madu dan roti manis yang disodorkan pengunjung anak-anak.
Abigail Woods, profesor sejarah kesehatan manusia dan hewan di King's College London menyebutkan bahwa Winnie kemungkinan menjadi daya tarik komersial penting bagi kebun binatang.
“Orang berkunjung ke kebun binatang khususnya untuk mengunjungi Winnie, menontonnya bermain, berfoto bersama, menyuapi madu,” katanya.
Penggunaan nama manusia pada hewan merupakan cara untuk membantu para pengunjung berhubungan dengan mereka, “untuk memandang mereka bukan sebagai hewan liar, tapi sebagai kawan yang ramah.”
Dan ketika hewan di kebun binatang mati, tubuhnya dicari-cari karena “sangat bernilai untuk penelitian ilmiah.”
Setelah kematian Winnie, tengkoraknya disimpan oleh kurator di Odontological Museum yang menjadi bagian koleksi Royal College of Surgeons. Tengkorak itu tersimpan sejak tahun 1930-an bersama dengan tengkorak-tengkorak dari sekitar 11.000 hewan lain di Hunterian Museum di pusat kota London.
Kisah fiksi Winnie-the-Pooh kemudian menjadi film Hollywood, sementara jasadnya hadir terakhir kalinya dalam buku teks tahun 1930-an tentang kesehatan gigi hewan.
Meski sudah tak ada, ketertarikan kepada beruang ini tetap termahsyur. Kisah Winnie-the-Pooh terpilih tahun lalu sebagai buku favorit anak dalam 150 tahun terakhir ini. Nilai komersial media dan benda terkait Winnie-the-Pooh ditaksir senilai lebih dari 3.6 trilun pound sterling per tahun.

Bandar Bola Agen Bola Agen Judi Bola Online Agen Bola Terpercaya Judi Bola

- by Fika lestari

0 comments:

Post a Comment