633 Cash - Sekelompok peneliti mendapatkan suatu temuan menyeramkan di Brasil.
Mereka menemukan tulang belulang berusia 9.000 tahun yang bisa jadi
merupakan bukti tertua keberadaan ritual pemenggalan kepala di benua
Amerika.
Penjelasan Kabarberita menyebutkan bahwa para peneliti menduga pemenggalan sebagai hal yang lazim di benua Amerika. Di sejumlah kawasan di Amerika Selatan, potongan-potongan kepala musuh yang dikalahkan seringkali dijadikan cinderamata dari pertempuran.
Misalnya masyarakat Arara di kawasan Amazon di Brasil yang menggunakan tengkorak pihak yang kalah perang sebagai alat-alat musik. Lalu masyarakat Inca yang menggunakan tengkorak-tengkorak musuh sebagai tempat minum. Atau masyarakat Jivaro di Ekuador yang menyusutkan kepala para tawanan untuk memenjarakan arwah musuh-musuh taklukannya.
Masyarakat Uru-Uru Chipaya di Bolivia menggunakan tengkorak-tengkorak dalam ibadah Kristiani yang dimodifikasi. Dan kebudayaan Chimú di Peru menyertakan pemenggalan kepala sebagai prosedur standar dalam upacara korban manusia.
Penulis utama penelitian arkeologi ini, André Strauss, yang adalah seorang ahli arkeologi dari Lembaga Max Planck untuk Antropologi Evolusioner di Jerman, menjelaskan, “Tidak banyak adat istiadat Amerindian yang begitu berkesan bagi para koloni Eropa selain daripada penguraian dan pameran bagian-bagian tubuh manusia, terutama yang terkait dengan pemenggalan.”
Hingga saat ini, temuan tertua ritual pemenggalan di Amerika Selatan yang berasal dari 3000 tahun lalu di Peru. Ritual serupa di Amerika Utara terjadi antara 6.000 hingga 8.000 tahun lalu di Florida.
Temuan di Brasil dalam tulisan ini berasal dari 9000 tahun lalu. Kata André Strauss kepada Live Science, “Inilah kasus pemenggalan tertua yang ditemukan di Dunia Baru (sebutan lain untuk benua Amerika).”
Para ilmuwan melakukan penyidikan di kawasan tropis yang terlindung di timur Brasil yang dikenal dengan Lagoa Santa, yang artinya Danau Suci. Kawasan itu diselimuti oleh tanaman jenis savanna dan juga hutan-hutan.
Kawasan itu dijelajahi secara besar-besaran pada Abad ke-19 oleh para peneliti yang mencari bukti interaksi manusia prasejarah dengan hewan-hewan raksasa semisal macan bergigi belati dan kungkang daratan.
Para ilmuwan itu memusatkan kegiatan di tempat bernama Lapa do Santo, yang artinya “perteduhan cadas bagi orang suci.” Di situlah para peneliti sebelumnya menemukan seni cadas tertua di Amerika Selatan, semisal gambar-gambar kelamin lelaki, yang diukirkan pada batuan cadas yang berusia sekitar 9.400 tahun.
Bandar Bola Agen Bola Agen Judi Bola Online Agen Bola Terpercaya Judi Bola

0 comments:
Post a Comment