Live303 - Kemunculan sejumlah ikan laut di lepas pantai banyak dianggap sebagai pertanda bencana alam, terkhusus gempa atau tsunami.Hal itu banyak diyakini masyarakat di sejumlah negara. Khususnya Jepang, menurut kepercayaan masyarakat ada beberapa spesies ikan yang naik ke permukaan sebelum gempa.
Kepercayaan itu terkait dengan teori-teori ilmiah, ikan yang hidup di bawah mungkin sangat rentan terhadap pergerakan garis patahan seismik dan menunjukkan aktivitas tak biasanya sebelum gempa bumi.Kemunculan sejumlah ikan juga terlihat di pantai Canggu, Bali sebelum terjadinya gempa Bali.Seperti diketahui, gempa menguncang Bali pada Selasa 16 Juli 2019 pagi.Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi di wilayah Nusa Dua Bali, Selasa pagi.Gempa terjadi di Barat Daya Nusa Dua Bali pada Senin pukul 07.18 WIB.Seperti dilansir dari akun Twitter resmi @InfoBMKG, pusat gempa berada di laut.Kekuatan gempa yang terjadi magnitudo 6.0. Pusat gempa berada pada kedalaman 68 km. Tepatnya berada di 91.11 Lintang Utara dan 144.54 Bujur Timur.BMKG menyatakan gempa Bali Senin pagi tidak berpotensi tsunami.Kemunculan ikan di pantai memang kerap membuat masyarakat di sejumlah negara merasa ngeri.Meski bergitu seorang Profesor seismolog di Universitas Tokyo, Shigeo Aramaki menepis kekhawatiran para pengguna media sosial dan mengatakan, tak ada hubungannya antara kemunculan sejumlah spesies ikan dengan pertanda gempa." Saya bukan spesialis ikan, tetapi tidak ada literatur akademik yang membuktikan hubungan ilmiah dengan perilaku hewan dan aktivitas seismik," papar Shigeo Aramak seperti dikutip kabarberita.
Kepercayaan itu terkait dengan teori-teori ilmiah, ikan yang hidup di bawah mungkin sangat rentan terhadap pergerakan garis patahan seismik dan menunjukkan aktivitas tak biasanya sebelum gempa bumi.Kemunculan sejumlah ikan juga terlihat di pantai Canggu, Bali sebelum terjadinya gempa Bali.Seperti diketahui, gempa menguncang Bali pada Selasa 16 Juli 2019 pagi.Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi di wilayah Nusa Dua Bali, Selasa pagi.Gempa terjadi di Barat Daya Nusa Dua Bali pada Senin pukul 07.18 WIB.Seperti dilansir dari akun Twitter resmi @InfoBMKG, pusat gempa berada di laut.Kekuatan gempa yang terjadi magnitudo 6.0. Pusat gempa berada pada kedalaman 68 km. Tepatnya berada di 91.11 Lintang Utara dan 144.54 Bujur Timur.BMKG menyatakan gempa Bali Senin pagi tidak berpotensi tsunami.Kemunculan ikan di pantai memang kerap membuat masyarakat di sejumlah negara merasa ngeri.Meski bergitu seorang Profesor seismolog di Universitas Tokyo, Shigeo Aramaki menepis kekhawatiran para pengguna media sosial dan mengatakan, tak ada hubungannya antara kemunculan sejumlah spesies ikan dengan pertanda gempa." Saya bukan spesialis ikan, tetapi tidak ada literatur akademik yang membuktikan hubungan ilmiah dengan perilaku hewan dan aktivitas seismik," papar Shigeo Aramak seperti dikutip kabarberita.
Butuh tempat bermain JUDI BOLA ONLINE Silakan klik AGEN SBOBET IBCBET AGEN BOLA ONLINE AGEN SBOBET 25RB atau PREDIKSI PERTANDINGAN

0 comments:
Post a Comment