Live303 - Cinta tak mengenal usia. Kalimat itu tampaknya tepat disematkan pada dua lansia asal Gunungkidul, DI Yogyakarta, Kiman Mitro Wiyono atau akrab disapa Mbah Kiman (75) dengan Sutinah (75).Bak anak muda, keduanya juga terikat hubungan asmara. Uniknya, rasa cinta di antara mereka baru tumbuh ketika sama-sama berusia senja.
Mbah Kiman dan Mbah Sutinah merupakan warga Desa Bendung, Kecamatan Semin. Mereka tinggal di rumah masing-masing yang jaraknya tidak lebih dari 300 meter.Mbah Kiman tinggal seorang diri setelah istrinya meninggal. Suatu hari, Mbah Sutinah datang ke rumah Mbah Kiman untuk meminta kayu bakar.Rupanya, Mbah Kiman merasa ada yang berbeda pada dirinya ketika bertemu dengan Mbah Sutinah. Sejak pertemuan itu, Mbah Kiman jadi rajin bekerja, menyiapkan kayu bakar, serta berdandan." Piyambake asring mriki. Menawi wonten mriki, raosipun manah kok ayem (Dia sering datang ke sini. Setiap dia di sini, hati rasanya kok adem)," kata Mbah Kiman, dikutip dari Kabarberita.Rasa cinta lalu timbul di hati Mbah Kiman dan Mbah Sutinah. Hubungan asmara mereka pun terjalin dengan tulus dengan niatan kuat untuk saling menjaga." Enggak tahu kok merasa senang. Saya jatuh cinta sejak dua tahun lalu. Alhamdulillah mendapat balasan," kata Mbah Kiman.Mbah Kiman sebenarnya sudah tiga kali menikah. Tetapi, pernikahan tersebut tidak memberikannya keturunan.Demikian pula dengan Mbah Sutinah. Meski pernah menikah, dia tidak juga dianugerahi keturunan.Meski tinggal berdekatan, selama ini keduanya sama sekali tidak menyimpan rasa suka. Barulah ketika sama-sama hidup sendiri, keduanya menjadi saling suka." Setelah kami saling tahu kalau cinta berbalas, saya sering datang berkunjung ke rumahnya," kata Mbah Kiman.
Mbah Kiman dan Mbah Sutinah merupakan warga Desa Bendung, Kecamatan Semin. Mereka tinggal di rumah masing-masing yang jaraknya tidak lebih dari 300 meter.Mbah Kiman tinggal seorang diri setelah istrinya meninggal. Suatu hari, Mbah Sutinah datang ke rumah Mbah Kiman untuk meminta kayu bakar.Rupanya, Mbah Kiman merasa ada yang berbeda pada dirinya ketika bertemu dengan Mbah Sutinah. Sejak pertemuan itu, Mbah Kiman jadi rajin bekerja, menyiapkan kayu bakar, serta berdandan." Piyambake asring mriki. Menawi wonten mriki, raosipun manah kok ayem (Dia sering datang ke sini. Setiap dia di sini, hati rasanya kok adem)," kata Mbah Kiman, dikutip dari Kabarberita.Rasa cinta lalu timbul di hati Mbah Kiman dan Mbah Sutinah. Hubungan asmara mereka pun terjalin dengan tulus dengan niatan kuat untuk saling menjaga." Enggak tahu kok merasa senang. Saya jatuh cinta sejak dua tahun lalu. Alhamdulillah mendapat balasan," kata Mbah Kiman.Mbah Kiman sebenarnya sudah tiga kali menikah. Tetapi, pernikahan tersebut tidak memberikannya keturunan.Demikian pula dengan Mbah Sutinah. Meski pernah menikah, dia tidak juga dianugerahi keturunan.Meski tinggal berdekatan, selama ini keduanya sama sekali tidak menyimpan rasa suka. Barulah ketika sama-sama hidup sendiri, keduanya menjadi saling suka." Setelah kami saling tahu kalau cinta berbalas, saya sering datang berkunjung ke rumahnya," kata Mbah Kiman.
Butuh tempat bermain JUDI BOLA ONLINE Silakan klik AGEN SBOBET IBCBET AGEN BOLA ONLINE AGEN SBOBET 25RB atau PREDIKSI PERTANDINGAN

0 comments:
Post a Comment