633 Cash - Burung gajah, sampai saat ini masih dikenal sebagai burung terbesar sepanjang sejarah. Saking besarnya, jenis ini bisa lebih tinggi dari 3 meter dengan berat sekitar 800 kilogram. Selama ini, peneliti menganggap bahwa burung gajah adalah hewan yang aktif pada siang hari dan memiliki penglihatan yang baik seperti kebanyakan burung pada umumnya.
Namun, sebuah penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the Royal Society B menunjukkan kemungkinan bahwa burung gajah adalah hewan yang aktif di malam hari atau nocturnal,dan juga memiliki penglihatan yang kurang baik alias buta. Untuk membuktikan asumsi ini, sebuah tim yang dipimpin oleh para ilmuwan dari Universitas Texas di Austin secara digital merekonstruksi tengkorak dua spesies burung gajah menggunakan pemindaian fosil.Tengkorak burung gajah sangat menempel dengan otak mereka sehingga para peneliti mampu membentuk organ di dalamnya dengan menggunakan tengkorak yang direkonstruksi. Mereka menciptakan “gips” digital dari otak burung gajah dan juga melakukan hal serupa untuk beberapa kerabat burung gajah, baik yang hidup maupun yang telah punah. Para peneliti menemukan bahwa lobus optik, suatu bagian otak yang bertanggung jawab untuk memproses penglihatan, di kedua gips otak burung gajah sangatlah kecil. Bahkan, lobus itu hampir tidak ada di dua spesies burung gajah yang lebih besar. Ini menyimpulkan bahwa penglihatan burung gajah buruk, sehingga menimbulkan asumsi bahwa mereka adalah jenis hewan yang aktif di malam hari. "Penemuan seperti ini memberi kita wawasan luar biasa ke dalam kehidupan tentang burung yang luar biasa dan kurang dikenal ini. Tidak ada yang pernah menduga bahwa burung gajah adalah hewan nokturnal," kata Christopher.
Butuh tempat bermain Bandar bola Silakan klik Agen Bola Terpercaya Agen Bola Resmi Agen Sbobet

0 comments:
Post a Comment