Tuesday, November 20, 2018

KISAH MENGERIKAN 2 JUTA ORANG DIMUSNAHKAN DENGAN TUJUAN MENGEMBALIKAN DUNIA MODREN KE TAHUN NOL

633 Cash - Kawasan yang memiliki pagoda ini awalnya dikenal sebagai tanah yang damai dan lembut di Asia Tenggara.
Namun siapa sangka, di baliknya ada tragedi genosida yang mungkin tak pernah Anda dengar sebelumnya.
 KISAH MENGERIKAN 2 JUTA ORANG DIMUSNAHKAN DENGAN TUJUAN MENGEMBALIKAN DUNIA MODREN KE TAHUN NOL
Lebih dari dua juta orang dilenyapkan dengan tujuan utamanya untuk mengembalikan seluruh bangsanya ke 'tahun nol'.Sebuah masa di mana negeri dengan perbudakan, tanpa keluarga, tanpa mesin, sekolah, buku, obat-obatan, dan juga musik.Tahun 1979, pewarta John Pilger mengungkapkan sebuah bukti berlimpah ruah seperti tengkorak yang retak, kuburan massal, dan penduduk desa yang kehilangan kerabatnya.
Selama empat tahun lebih, hampir tidak ada kontak dengan orang-orang Kamboja karena perbatasannya disegel.Apa yang dilihatnya hanyalah kehidupan gersang yang membungkam semua orang, seperti yang dikatakan Kabarberita.Tidak ada orang, bahkan binatang, seolah populasi besar di negeri tersebut lenyap di perbatasan itu.Seluruh kota dan desa di tepi sungai berdiri namun kosong, pintu-pintu rumah mengepak terbuka, mobil di sisi mereka, sepeda melenting di tumpukan, kursi dan tempat tidur di jalan.
Kabel listrik kusut dan hanya ada bayangan tunggal seorang anak, berbaring atau duduk, namun sayang ia tidak bergerak.
Lanskap Asia Tenggara yang tak ada habisnya, tambak padi dan ladang, nyaris tidak terlihat, tidak ada yang tumbuh kecuali hutan dan rumput liar yang tinggi.Di pinggiran kota-kota besar rumput ini akan mengikuti garis lurus, yang seolah-olah telah direncanakan.
Siapa sangka rimba yang berkelat subur ini hasil kompos manusia, oleh sisa-sisa puluhan ribu pria wanita dan anak-anak.
Yang ternyata semuanya dibunuh!
Sebelum itu, penduduk kota yang kini menjadi rimba adalah orang-orang makmur yang serba berkecukupan.Mereka memiliki ambulan, mobil pemadam kebakaran, lemari es, mesin cuci, pengering rambut, generator, dan mesin tik.
Namun karena hal itu, seolah-olah pasukan fanatik Khmer merah telah mencoba untuk menyapu mereka kembali ke masa lalu.Setelah 17 April 1975, siapa saja yang memiliki barang-barang 'mewah' ini, atau pula siapa saja yang pernah tinggal di kota, berada di bawah ancaman hukuman mati.
Siapa saja dengan pendidikan atau keterampilan modern terbunuh jika identitasnya terungkap, entah dokter, guru, teknisi, pekerja terampil, bahkan anak sekolah, siapapun yang mengenal orang asing harus lenyap.

Butuh tempat bermain Bandar bola Silakan klik Agen Bola Terpercaya Agen Bola Resmi Agen Sbobet

- by Fika lestari

0 comments:

Post a Comment