Tuesday, October 9, 2018

PENYAKIT TIKUS PERTAMA KALI DI TEMUKAN DI MANUSIA

633 Cash - Seorang ilmuwan dan juga tim dokter yang ada di Hongkong tampak kebingungan sekarang.
 PENYAKIT TIKUS PERTAMA KALI DI TEMUKAN DI MANUSIA
 Mereka baru saja mendapati terdapat penyakit tikus yang ditemukan di dalam tubuh manusia.Seorang pria berusia 56 tahun dari Hongkong diketahui telah mengidap penyakit hepatitis E versi tikus.Hal itu termasuk fenomena langka mengingat penyakit tersebut tidak pernah ditemukan sebelumnya pada pasien manusia.Tim medis dari Universitas Hongkong menilai, pasien yang masih dirahasiakan namanya ini baru saja melakukan transplantasi hati.Hepatitis E versi manusia memang ada sebelumnya, namun hepatitis yang diidap pria 56 tahun asal Hongkong ini sangat berbeda.Hepatitis E yang biasanya diidap oleh manusia diketahui disebarkan melalui air yang terkontaminasi.Para ilmuwan sebelumnya berasumsi bahwa hepatitis E versi tikus disebabkan oleh virus yang berbeda dan tidak kompatibel dengan manusia.Pasien itu menunjukkan disfungsi hati yang tidak biasa dan berulang setelah dilakukan transplantasi.Tes berikutnya yang dilakukan oleh ilmuwan mengungkapkan keberadaan mengenai versi ''yang sangat berbeda'' dari hepatitis E.Dikutip dari Kabarberita, para ilmuwan yang tergabung dalam penelitian ini termasuk Yuen Kwok-yung dan Siddharth Sridhar masih belum yakin bagaimana virus tersebut dapat masuk.Tim medis mengatakan bahwa sangat tidak mungkin penyakit hati itu datang melalui hati yang ditransplantasikan.Mereka sangat yakin bahwa tidak ada tanda-tanda penyakit pada donor organ.''Kami tidak tahu jika di masa depan akan ada wabah serius virus hepatitis E tikus di Hong Kong. Kami harus memantau masalah ini dengan cermat,'' kata Kwok-yung dalam sebuah pernyataan.Ilmuwan masih menyelidiki lebih lanjut bagaimana penyakit tikus bisa ditemukan di manusia dan mereka diharapkan segera memecahkan solusinya.
Butuh tempat bermain Bandar bola Silakan klik Agen Bola Terpercaya Agen Bola Resmi Agen Sbobet

- by Fika lestari

0 comments:

Post a Comment