Monday, October 29, 2018

DEMI NOL PENGUBURAN OTORITAS DI PEDESAAN CHINA SITA RIBUAN PETI MATI

633 Cash - Menurut laporan media setempat, pihak berwenang di China tenggara telah menyita, menghancurkan, dan bahkan menggali peti mati sesuai dengan kebijakan "nol penguburan" yang kontroversial.

 DEMI NOL PENGUBURAN OTORITAS DI PEDESAAN CHINA SITA RIBUAN PETI MATI

Pemerintah Provinsi Jiangxi ingin penduduk setempat hanya mengkremasi jasad orang yang mereka cintai, tetapi keluarga miskin di daerah pedesaan China seringkali menghabiskan banyak uang untuk menabung demi peti mati dan ritual pemakaman mahal.Kebijakan -yang dilaporkan dilaksanakan untuk mengadopsi lebih banyak praktik "ramah lingkungan" tetapi para pengamat menduga itu adalah upaya untuk melestarikan lahan -ini bahkan menuai kecaman dari media Pemerintah di Beijing sebagai tindakan "biadab".
Gambar-gambar yang tersebar di media sosial China menunjukkan para petugas yang memindahkan peti mati dari rumah, dan menghadapi perlawanan dari pemilik.Setelah disita, peti mati diletakkan berdampingan dan dihancurkan berkeping-keping menggunakan ekskavator.Keluarga yang dengan sukarela menyerahkan peti mati akan mendapat kompensasi, tapi yang menolak tak menerima uang.Surat kabar milik pemerintah, Global Times, melaporkan orang-orang lanjut usia di banyak desa di Provinsi itu menyimpan peti mati mereka di rumah, percaya bahwa mereka akan diberi umur yang lebih panjang makin awal mereka menyiapkan kematian.Beberapa orang tua bahkan mencoba memanjat ke dalam peti mati mereka sebagai upaya untuk menghentikan peti itu dibawa pergi.Ada perlawanan terhadap kebijakan yang diumumkan Pemerintah setempat 6 bulan lalu ini.Pihak berwenang di Jiangxi telah melakukan kampanye menentang penguburan sejak April tahun ini.Global Times mengatakan, otoritas Jiangxi mengumpulkan lebih dari 5.000 peti mati bulan lalu, namun laporan lain mengatakan puluhan ribu telah disita sejak awal kebijakan itu diberlakukan.Setidaknya satu mayat bahkan digali di satu daerah setelah dimakamkan melanggar kebijakan, demikian tulis harian South China Morning Post.
Butuh tempat bermain Bandar bola Silakan klik Agen Bola Terpercaya Agen Bola Resmi Agen Sbobet

- by Fika lestari

0 comments:

Post a Comment