Friday, October 19, 2018

KISAH NYATA THERESIA NEUMANN YANG MENGENASKAN

633 Cash - Memiliki nama panggilan Resl, Therese Neumann wanita dari Konnersreuth Bavaria Jerman ini dilahirkan pada tahun 1898 dari sebuah keluarga Katolik yang terbilang miskin.
 KISAH NYATA THERESIA NEUMANN YANG MENGENASKAN
Suatu ketika saat umurnya menginjak 20 tahun kobaran api melalap gudang Martin Neumann pamannya, di mana Thresia bekerja. Saat membantu memadamkan api itulah Resl mengalami kecelakaan. Ia jatuh ke tanah dengan rasa teramat nyeri di punggung. Ia tak dapat berjalan dan harus dipapah pulang. Kecelakaan ini membuatnya lumpuh sebagian di punggung dan kejang-kejang hebat di kedua kaki. Dokter tak dapat mendatangkan kesembuhan. Keadaan Resl semakin memburuk dari hari ke hari. Klimaks dari penderitaannya terjadi pada bulan Maret 1919 ketika ia menjadi sama sekali buta.Resl, gadis yang dulu sangat aktif, sekarang harus terbaring di tempat tidur karena kebutaan, sawan, nyeri di punggung dan kedua kaki dan borok-borok bernanah di punggung dan kakinya. Ia kemudian menghabiskan hidupnya dengan berbaring di ranjang selama 6,5 tahun. Keluarganya selalu menghibur dengan membacakan bacaan-bacaan rohani. Ajaib, ia mengalami kesembuhan dan tepat 1 tahun kemudian dia menerima stigmata di bagian jantung dan kedua telapak tangannya. Saat itu juga ia berpuasa penuh selama 36 tahun hingga ajalnya, sehingga makanan dan minuman satu-satunya hanyalah ‘Tubuh Kristus’.Dan karena hal ini juga pihak Nazi yang berkuasa di Konnersreuth pun menarik jatah makannya dan memberikan kepadanya jatah untuk sabun, dua kali lipat untuk mencuci pakaiannya dan berbagai keperluan lainnya seperti handuk, karena setiap hari Kamis menjelang Jumat saat sengsara Yesus dimulai hingga pada hari Minggu, Teresa akan mengalami keadaan ekstasi yang mengakibatkan tubuhnya bersimbah darah. Melihat fenomena ini, pemimpin Nazi yaitu Adolf Hitler pun terkesan segan kepada Teresa.
Butuh tempat bermain Bandar bola Silakan klik Agen Bola Terpercaya Agen Bola Resmi Agen Sbobet

- by Fika lestari

0 comments:

Post a Comment