633 Cash - Sejatinya Walter Peterson adalah seorang petualang. Dia seperti Don Juan
yang selalu ditemani perempuan cantik di mana pun dia berada.
Termasuk
di Jakarta dan Bandung. Keahliannya sebagai insinyur penggarap satelit
ruang angkasa, ikut membawanya ke Indonesia. Pemuda Jerman yang lama
mukim di Amerika itu, seperti diceritakan Klaus G. Johannsen dalam Jalan Ke Bogor; Palapa dan Wanita Papua (2004), adalah salah satu dari tim ekspatriat yang membangun satelit kebanggaan Indonesia bernama Palapa.“Peluncuran
satelit dari Satelit Palapa merupakan suatu peristiwa nasional yang
mempunyai arti besar bagi Indonesia. Pajabat tertinggi pemerintahan
terlibat dalam proyek yang mempertaruhkan gengsi nasional,” tulis Klaus
G. Johannsen dalam Jalan Ke Bogor; Palapa dan Wanita Papua
(2004:161). Satelit
Palapa punya arti penting bagi Indonesia. Ini adalah satelit pertama
milik Indonesia, dan tentu saja jadi kebanggaan bagi Orde Baru. Mengapa
satelit ini bernama Palapa? Tentu saja ini sangat menarik untuk
dikaitkan dengan sumpah yang pernah diucapkan Gajah Mada. “Saya
ingat pada sejarah Mahapatih Gajah Mada dulu yang telah bersumpah, tidak
akan makan buah Palapa sebelum persatuan dan kesatuan kerajaan
Majapahit menjadi kenyataan,” aku Soeharto dalam autibiografinya, Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya (1989:323). Di
masa Orde Baru yang disebut sebagai era pembangunan nasional, Satelit
Palapa sangat penting kehadirannya. Satelit domestik itu bisa meringkas
jarak komunikasi antar tempat di Indonesia yang amat luas wilayahnya.
Penamaan satelit sebagai Palapa sendiri baru dilakukan 16 Agustus 1976.
Jauh sebelum itu, pemerintah sudah merancang soal satelit ini.
Bandar Bola Agen Bola Agen Judi Bola Online Agen
Bola Terpercaya Judi
Bola
- by Fika lestari
0 comments:
Post a Comment