Live303 - Cuaca dingin menyelimuti Madinah. Jam baru menunjukan angka 5. Pria dan wanita, sebagian besar berpakaian putih, berjalan cepat ke arah yang sama. Menuju bangunan dengan dua puncak menara yang terang benderang. Menara itu bagian dari bangunan Masjid Nabawi.Sekilas hawa di komplek dekat Masjid Nabawi ini mirip dinginnya Puncak, Bogor.
Namun lebih dingin. Angin yang berhembus kencang seperti menembus jaket. Namun tak sampai membuat tubuh menggigil.Subuh itu,Kabarberita dan tim Media Trip Umroh Scoot dan Zamzam Travel baru tiba di Madinah. Hampir 16 jam perjalanan kami tempuh dari Bandara Soekarno-Hatta menuju kota Nabi ini. Di tepi jalan, sopir merapatkan busnya. Di samping pintu akses menuju Nokhba Royal Inn. Hotel tempat kami menginap.Sejenak ada rasa sedih karena waktu sholat subuh berjamaah telah berlalu. Waktu sudah menunjuk pukul 5 subuh. Di Indonesia, tentu sudah lewat waktu sholat. Harapan itu kembali muncul. Kala terdengar azan dari Masjid Nabawi. Masya Allah, kami tidak ketinggalan. Waktu subuh di Madinah memang sedikit lebih pagi. Sekitar jam 5.30 waktu Arab.Segera kami bergegas membawa koper dan tas jinjing. Setelah bersalin dan memakai sandal jepit, saya bergegas menuju lift hotel. Kami segera berjalan cepat menuju masjid. Takut panggilan iqamat memanggil.Beberapa langkah dari lobi hotel, muazin Masjid Nabawi sudah melantunkan iqamat. Langkah seribu kami ambil. Beberapa jemaah lain turut berlarian. Tak ingin menjadi makmum masbuq.Apa daya, langkah kami kalah cepat. Imam sholat subuh sudah melakukan rukuk. Kami tertinggal. Tak ingin terlewatkan rakaat kedua, saya putuskan berjamaah di luar masjid. Memang pelatarannya sangat luas. Bahkan sampai di depan gerbang. Namun barisannya tak padat. Terpencar di beberapa titik.
Namun lebih dingin. Angin yang berhembus kencang seperti menembus jaket. Namun tak sampai membuat tubuh menggigil.Subuh itu,Kabarberita dan tim Media Trip Umroh Scoot dan Zamzam Travel baru tiba di Madinah. Hampir 16 jam perjalanan kami tempuh dari Bandara Soekarno-Hatta menuju kota Nabi ini. Di tepi jalan, sopir merapatkan busnya. Di samping pintu akses menuju Nokhba Royal Inn. Hotel tempat kami menginap.Sejenak ada rasa sedih karena waktu sholat subuh berjamaah telah berlalu. Waktu sudah menunjuk pukul 5 subuh. Di Indonesia, tentu sudah lewat waktu sholat. Harapan itu kembali muncul. Kala terdengar azan dari Masjid Nabawi. Masya Allah, kami tidak ketinggalan. Waktu subuh di Madinah memang sedikit lebih pagi. Sekitar jam 5.30 waktu Arab.Segera kami bergegas membawa koper dan tas jinjing. Setelah bersalin dan memakai sandal jepit, saya bergegas menuju lift hotel. Kami segera berjalan cepat menuju masjid. Takut panggilan iqamat memanggil.Beberapa langkah dari lobi hotel, muazin Masjid Nabawi sudah melantunkan iqamat. Langkah seribu kami ambil. Beberapa jemaah lain turut berlarian. Tak ingin menjadi makmum masbuq.Apa daya, langkah kami kalah cepat. Imam sholat subuh sudah melakukan rukuk. Kami tertinggal. Tak ingin terlewatkan rakaat kedua, saya putuskan berjamaah di luar masjid. Memang pelatarannya sangat luas. Bahkan sampai di depan gerbang. Namun barisannya tak padat. Terpencar di beberapa titik.
Butuh tempat bermain JUDI BOLA ONLINE Silakan klik AGEN SBOBET IBCBET AGEN BOLA ONLINE AGEN SBOBET 25RB atau PREDIKSI PERTANDINGAN

0 comments:
Post a Comment