Saturday, June 15, 2019

KISAH WANITA CANTIK LAHIR TANPA MISS V DAN RAHIM

Live303 - Ketika Sabine Boghos masih belum juga mendapat haid pada usia 16 tahun, dokter mengira dia kekurangan gizi.Tapi tidak lama kemudian, Sabine menerima kabar buruk. Dia divonis tidak punya rahim dan Miss V miliknya tidak berkembang sempurna.
 KISAH WANITA CANTIK LAHIR TANPA MISS V DAN RAHIM
Ya, dokter mendiagnosis Sabine dengan kondisi sangat langka yang disebut dengan sindrom MRKH. Sindrom ini menyerang sistem reproduksi wanita.Akibatnya, wanita yang terkena sindrom MRKH tidak akan pernah mengandung dan melahirkan anak." Saya tahu ada sesuatu yang tidak beres ketika saya belum juga menstruasi di usia 16 tahun," kenang wanita asal Manchester, Inggris, ini.Karena belum juga menstruasi di usia pubertas, Sabine pun dilanda kekhawatiran hingga dia memutuskan untuk pergi ke dokter.Saat itu, dokter yang memeriksanya mengatakan bahwa Sabine hanya kekurangan gizi atau vitamin." Dokter bilang saya kurus, dan mungkin kekurangan gizi, vitamin, dan lain-lain," katanya.Sabine menambahkan dokter tidak memberikan perawatan apa pun. Mereka hanya memberikan beberapa vitamin untuk dikonsumsi.Tidak lama setelah itu, dokter mendiagnosis Sabine dengan kista ovarium berukuran besar. Dia pun harus menjalani operasi pengangkatan.Saat itulah, dia mengetahui akan menjalani kehidupan yang sangat menyiksa batinnya sebagai seorang wanita sempurna.Saat operasi pengangkatan kista itulah, dokter menemukan bahwa Sabine menderita sindrom MRKH (Mayer-Rokitansky-Küster-Hauser).Sindrom MRKH hanya mempengaruhi satu dari 5.000 wanita - jadi sangat jarang terjadi. Meskipun tidak mengancam jiwa, Sabine mengatakan bahwa sindrom MRKH mengubah hidupnya 360 derajat.Sindrom MRKH adalah kelainan bawaan (sejak lahir), yang ditandai dengan tidak adanya atau tidak berkembangnya Miss V, leher rahim dan rahim secara sempurna.Orang dengan kondisi ini baru mengetahuinya selama masa pubertas. Payudara dan rambut kemaluan tetap tumbuh, tapi penderitanya tidak mengalami menstruasi.Indung telur atau ovarium juga tetap menghasilkan hormon wanita yang diperlukan untuk perkembangan tubuh wanita secara normal.

- by Fika lestari

0 comments:

Post a Comment