Live303 - Dikubur, dikremasi atau didonasikan ke sekolah kedokteran, itu adalah tiga pilihan yang dilakukan kepada jenazah orang yang meninggal. Akan tetapi ada ide lain yang mengatakan jika caranya lebih ramah lingkungan. Wanita bernama Katrina Spade asal Seattle mempunyai ide yang cukup nyeleneh, yaitu dengan 'human composting' atau membuat pupuk kompos menggunakan jenazah. Ide proyek tersebut dinamakan dengan 'Urban Death Project'.
Spade mempunyai keyakinan jika tubuh manusia bisa diperlakukan sama seperti halnya pada tubuh hewan yang sudah mati dapat dijadikan sebagai kompos. Kepada Kabarberita, sarjana arsitektur itu mengatakan, "Tubuh kita sangat kaya akan nutrisi. Bagaimana kalau kita sebenarnya dapat membuat kehidupan baru setelah kita meninggal?" Proses itu dijelaskan akan melibatkan kombinasi karbon, oksigen, nitrogen, serta mikroba yang dapat menghancurkan jasad dalam waktu sekitar enam minggu.
Proyek ini dianggap bisa menjadi masalah yang sering terjadi karena kremasi yang bisa mengakibatkan limbah udara dan penguburan yang sangat memakan lahan, apalagi jika ada di kota yang wilayahnya kecil. Harapan dari proyek ini bisa menjadi alternatif baru yang ramah lingkungan. Urban Death Project juga menjadi pilihan yang terjangkau, tanpa harus membayar peti dan liang kubur, seperti yang dikatakan Spade kepada laman Vice. Laman resmi dari proyek ini mengatakan, "Urban Death Project tidak hanya mengubah jasad kita menjadi bahan pupuk, tetapi juga sebagai pengabdian kita kepada alam dan ritual bagi keluarga untuk menyatukan kita kembali dengan alam." Keluarga bisa mengambil komposnya untuk dimanfaatkan pada tanaman atau pohon jika jasad nantinya telah melebur. Pemerhati lingkungan dan sejumlah ilmuwan masih memperdebatkan hal ini meski tidak sedikit yang merespon positif dan setuju dengan proyek tersebut.
Butuh tempat bermain JUDI BOLA ONLINE Silakan klik AGEN SBOBET IBCBET AGEN BOLA ONLINE AGEN SBOBET 25RB atau PREDIKSI PERTANDINGAN

0 comments:
Post a Comment