Live303 - Djalma Jardin hanya memiliki satu mata yang tidak bisa dipejamkan. Dia juga harus menghabiskan hidupnya di dalam ruangan karena mengalami kelainan genetik langka sehingga tak bisa terkena sinar matahari.
Semua gejala tersebut juga dialami Jardin. Wajahnya rusak ‘dimakan’ penyakit, membuatnya hanya memiliki satu buah mata. Saat tidur, dia harus menggunakan plester di mata karena kerusakan kelopak mata membuatnya tak bisa memejamkan mata."Jika saya pergi keluar, saya merasa matahari membakar saya," katanya. "Saya pergi ke tempat tidur dan bangun keesokan harinya dengan luka kecil, dan kemudian dalam beberapa hari luka membesar dengan cepat, seperti yang saya punya di mata yang tidak pernah berhenti tumbuh. Ini merupakan penyakit yang mengerikan, mengerikan."Penyakit serupa juga dialami oleh adik dan saudara Jardin. Beberapa di antaranya sudah meninggal dunia.Seorang peternak bernama Deide juga telah kehilangan sebagian wajahnya akibat penyakit langka yang tak tersembuhkan tersebut. Dia mengatakan: "Saya menjalani operasi untuk menghilangkan langit-langit mulut dan tulang rahang. Tanpa alat bantu saya tidak bisa bicara."Seorang ahli biologi genetika dari Sao Paulo, Dr Carlos Menck, mengaku sangat ingin tahu mengapa hal itu begitu merajalela di desa Araras."Kami pergi ke daerah tersebut dan mencoba untuk mengidentifikasi mutasi genetik yang memengaruhi mereka. Sampai belum lama ini, orang percaya itu adalah penyakit menular, tapi itu adalah penyakit yang diturunkan,” katanya.
Butuh tempat bermain JUDI BOLA ONLINE Silakan klik AGEN SBOBET IBCBET AGEN BOLA ONLINE AGEN SBOBET 25RB atau PREDIKSI PERTANDINGAN

0 comments:
Post a Comment