633 Cash - Google Play dan Apple menolak aplikasi yang dirancang untuk membantu perempuan mengunggah foto-foto bugil di Instagram.
Ia menyatakan, berbagai pilhan yang ada untuk menyensor foto, contohnya dengan menggunakan garis hitam dan tanda silang, mendorong seksualisasi tubuh perempuan.
Tapi, pihak App Store dan Google Play Store mengatakan aplikasi yang diciptakan Melina bisa mendorong konten eksplisit.
Kebijakan Instagram dalam hal mengunggah foto-foto bugil banyak mendapat kecaman dalam beberapa tahun terakhir.
Situs tersebut menerapkan aturan yang melarang "kekerasan, telanjang, setengah telanjang, pornografi atau foto-foto berbau seksual".
Dalam praktiknya kaum lelaki bisa mengunggah foto-foto telanjang dada, sedangkan perempuan tidak bisa melakukannya.
Pada tahun 2014, Scout Willis dan Rihanna berada di antara para pesohor yang memprotes keras kebijakan ini.
Meski demikian, pihak Instagram tidak mengubah aturannya.
Perusahaan itu mengatakan prioritas mereka sekarang ini adalah untuk membuat Instagram menjadi "tempat yang aman".
Dua tahun kemudian, Melina DiMarco, seorang model di Amerika Serikat, muncul dengan gagasan yang ia sebut sebagai 'solusi sementara.'
Ia menciptakan sebuah aplikasi bernama Nood.
"Ini adalah aplikasi untuk meng-edit foto, dan Anda dapat mengunggah foto telanjang dan menaruh gambar puting di atas puting Anda, dan ilustrasi vagina di atas vagina Anda.
"Sebagai seorang perempuan dan model saya tidak mengerti mengapa rekan-rekan pria saya bisa mengunggah foto-foto telanjang di media sosial, tapi saya tidak bisa.
"Puting tetaplah puting, tidak ada bedanya. Puting perempuan, puting laki-laki, semua sama saja."
Melina berpikir bahwa berbagai pilihan untuk menyensor foto bagi perempuan saat ini belum cukup baik.
"Saya sangat frustrasi ketika melihat tanda-tanda X dan garis serta tempelan-tempelan lucu ditaruh pada tubuh perempuan.
"Bagi saya itu malah mendorong seksualisasi berlebih pada tubuh perempuan."
Namun Apple menganggap aplikasi tersebut "mencakup konten yang membuat banyak pengguna bisa merasa keberatan dan terganggu," sementara Google mengatakan "kami tidak mengizinkan aplikasi yang berisi atau mempromosikan konten seksual secara eksplisit".
Bandar Bola Agen Bola Agen Judi Bola Online Agen Bola Terpercaya Judi Bola

0 comments:
Post a Comment