633 Cash - Sumber panas vulkanik yang memiliki suhu
signifikan ternyata ditemukan berada dibawah lempeng es Kepulauan Pine
dan melelehkan es di Antartika Barat.
Para peneliti menemukan peristiwa tersebut setelah sempat mencari bukti-bukti yang ada saat mempelajari perpindahan panas di lautan benua es itu.
Dilansir dari laman Kabarberita, gletser di Kepulauan Pine merupakan salah satu aliran es terbesar di Antartika dan juga menjadi salah satu yang paling terpengaruh dengan adanya sumber panas itu.
Para peneliti menemukan peristiwa tersebut setelah sempat mencari bukti-bukti yang ada saat mempelajari perpindahan panas di lautan benua es itu.
Dilansir dari laman Kabarberita, gletser di Kepulauan Pine merupakan salah satu aliran es terbesar di Antartika dan juga menjadi salah satu yang paling terpengaruh dengan adanya sumber panas itu.
Potongan besar es telah dihasilkan secara
teratur sejak tahun 2000-an, dengan munculnya gunung es seukuran
Washington DC yang telah terpisah dari bongkahan es lainnya pada
September lalu.
Sementara arus lautan yang hangat merupakan penyebab utama proses pencairan tersebut.
Sementara arus lautan yang hangat merupakan penyebab utama proses pencairan tersebut.
Ada beberapa faktor lainnya yang memicu
mencairnya es di Antartika Barat, termasuk panas yang berasal dari
sumber gunung berapi di bawah gletser, seperti yang disampaikan sebuah
studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications.
Bagian Antartika ini berada di puncak gunung berapi, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa letusan di daerah umum ini terjadi sekitar 2.200 tahun yang lalu.
Ternyata meski pernah meletus ribuan tahun lalu, masih ada aktivitas gunung berapi yang secara signifikan aktif di bawah lapisan es itu.
Penulis makalah tentang peristiwa tersebut menemukan fenomena ini pada 2014 lalu, saat mereka mengambil sampel air Antartika Barat tepatnya berasal dari RRS James Clark Ross, sebuah kapal pemecah es yang dioperasikan oleh British Antarctic Survey.
"Kami ingin lebih memahami peran laut dalam melelehkan lapisan es, saya mengambil sampel air untuk lima gas mulia yang berbeda, termasuk helium dan xenon, saya kemudian menggunakan gas mulia ini untuk melacak pencairan es serta transportasi panasnya," kata Asisten Profesor Brice Loose dari Newport, yang merupakan penulis utama artikel itu.
Bandar Bola Agen Bola Agen Judi Bola Online Agen Bola Terpercaya Judi Bola
Bagian Antartika ini berada di puncak gunung berapi, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa letusan di daerah umum ini terjadi sekitar 2.200 tahun yang lalu.
Ternyata meski pernah meletus ribuan tahun lalu, masih ada aktivitas gunung berapi yang secara signifikan aktif di bawah lapisan es itu.
Penulis makalah tentang peristiwa tersebut menemukan fenomena ini pada 2014 lalu, saat mereka mengambil sampel air Antartika Barat tepatnya berasal dari RRS James Clark Ross, sebuah kapal pemecah es yang dioperasikan oleh British Antarctic Survey.
"Kami ingin lebih memahami peran laut dalam melelehkan lapisan es, saya mengambil sampel air untuk lima gas mulia yang berbeda, termasuk helium dan xenon, saya kemudian menggunakan gas mulia ini untuk melacak pencairan es serta transportasi panasnya," kata Asisten Profesor Brice Loose dari Newport, yang merupakan penulis utama artikel itu.
Bandar Bola Agen Bola Agen Judi Bola Online Agen Bola Terpercaya Judi Bola

0 comments:
Post a Comment